Jakarta, ERANASIONAL COM – Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) Dadan Hindayana mengatakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama 1 tahun, kini telah menjangkau lebih dari 42 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Kaban Dadan menambahkab adapun total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasional sebanyak 14.853 unit.
“Alhamdulillah, Program Makan Bergizi (Gratis) sampai hari ini sudah bisa membentuk, di dalam edaran yang disampaikan itu berjumlah 14.778 Satuan Pelayanan Pemenuhan GiziĀ (SPPG). Di dalam aplikasi kami yang terbaru pagi ini sudah mencapai 14.853 (SPPG), yang sudah menjangkau lebih dari 42 juta di 38 provinsi, di 509 kabupaten, dan kemudian di 7.022 kecamatan,” ujar Kaban Dadan seperti dikutip melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (16/11).
Bila dirincikan per kelompok, penerima manfaat program ini mulai dari bayi di bawah lima tahun sebanyak 1,8 juta, peserta didik pendidikan anak usia dini (PAUD) 1,1 juta, Raudhatul Athfal 626 ribu, taman kanak-kanak 1,9 juta, hingga peserta didik sekolah dasar kelas 1ā3 sebanyak 7,7 juta dan kelas 4ā6 sebanyak 7,75 juta.
Selain itu, terdapat juga kelompok ibu hamil sebanyak 267 ribu, ibu menyusui 599 ribu, peserta didik sekolah luar biasa 77 ribu, santri di pondok pesantren 316 ribu, peserta seminari 979 orang, dan peserta di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) sebanyak 97 ribu orang.
“Jadi ini sudah bervariasi, jadi itu mencakup total 420.451 kelompok yang sudah kita capai dan seluruh penerima manfaat, alhamdulillah sudah melebihi 50 persen dari total target kita tahun 2025. Kalau dari target awal yang sebetulnya awalnya hanya 17,5 juta, dan juga dengan 5.000 SPPG kita sudah jauh melampaui, tapi ini targetnya dipercepat dan kita ingin mengejar 82,9 juta,” kata Dadan.
Dadan menambahkan, jumlah dapur MBG atau SPPG yang telah beroperasional saat ini mencapai 14.863 unit, namun ada potensi penambahan 14.189 unit dalam tahap persiapan, dan sebanyak 579 lainnya masih proses analisis. Dengan demikian, total target SPPG tahun ini sebanyak 25.400 unit telah tercapai, sehingga pendaftaran mitra baru ditutup sementara.
“Kita mulai minggu ini menerjunkan tim dari pusat untuk menganalisis kesiapan para mitra di lapangan karena banyak yang dalam proses persiapan sudah lebih dari 90 hari belum ada laporan sehingga kita akan cek. Kalau ternyata tidak ada progres kita akan delete dan kita akan buka kesempatan bagi yang mereka yang serius,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan