Jakarta, ERANASIONAL.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespon soal pernyataan dari Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal terkait status ahli gizi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diketahui dalam video yang telah beredar Cucun menyebut MBG tidak memerlukan ahli gizi. Latar belakang pengawas gizi bisa dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang pelatihan diberi waktu tiga bulan

Kaban Dadan menegaskan profesi yang menjadi tonggak utama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG minimal bergelar sarjana. Namun saat ini jumlah sarjana gizi belum mampu memenuhi kebutuhan ahli gizi program MBG.

“Prioritas pertama pada tahap awal adalah sarjana gizi, tetapi kita tahu bahwa produksi sarjana gizi itu terbatas, sementara program ini terus berjalan. Jadi, ketika terjadi kelangkaan sarjana gizi, BGN harus mencari jalan keluar,” kata Dadan seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Untuk mengatasi hal itu, Dadan menyebut saat ini BGN sedang mencari lulusan yang bidangnya kekurangan gizi bertahun-tahun untuk mengisi kekurangan ahli gizi.

“Program ini dirancang dengan tidak menetapkan menu standar nasional. Oleh karena itu di setiap SPPG, harus ada orang yang paham tentang gizi. Kalau bukan sarjana gizi, misalnya sarjana kesehatan masyarakat, pasti ada pelajaran gizi di dalamnya. Teknologi pangan, itu bisa ada pengetahuan gizi di dalamnya,” imbuhnya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad memberikan pernyataan di dalam Forum Konsolidasi SPPG se-Kabupaten Bandung, Jawa Barat soal rencana penggantian istilah ahli gizi banyak dikritik. Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi pertanyaan dan usulan peserta forum.

“Jika memang pada akhirnya tetap ingin merekrut dari non-gizi, tolong jangan menggunakan embel-embel ahli gizi lagi,” ujar peserta tersebut.

Namun, di tengah penjelasan konteks pertanyaannya, Cucun buru-buru memotong penjelasan peserta tersebut.

“Kamu itu (bicaranya) terlalu panjang. Yang lain kasihan,” kata Cucun.

“Saya enggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang butuh negara, kalian bicara undang-undang. Pembuat kebijakan itu saya, tenaga yang menangani gizi. Tidak perlu ahli gizi. Cocok enggak? Nanti saya selesaikan di DPR,” imbuhnya.

Klarifikasi

Usai viral ramai dikecam, Cucun minta maaf dan mengklarifikasi pernyataan nya. Ia menjelaskan usulan untuk mengubah diksi ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi tim ‘quality control’ saat ini masih sebatas wacana.

” Usulan perubahan dari ‘ahli gizi’ menjadi ‘quality control’ atau ‘pengawas makanan bergizi’ masih sebatas wacana dan belum tentu diterapkan,” tandas Cucun seperti dikutip melalui akun Instagram Cucun center.