Jakarta, ERANASIONAL.COM — Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa ada 555 titik jalan di Sumatera Barat (Sumbar) rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Kondisi ini menghambat penanganan darurat, khususnya pendistribusian kepada masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan pemerintah daerah di kabupaten dan kota mengoptimalkan dengan alat pengerahan berat guna perbaikan ruas jalan.

“Kerusakan di jalan kabupaten-kota sebanyak 321 titik, jalan provinsi 172 titik dan jalan nasional 62 titik,” kata Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12).

Disampaikan Abdul, sebanyak 25 unit alat berat telah dikerahkan untuk perbaikan jalan nasional. Alat berat tersebut tersebar di beberapa titik, misalnya di Kabupaten Solok, Agam dan Tanah Datar.

Abdul menyebut perbaikan di jalan nasional dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum, sedangkan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar melakukan perbaikan di jalan provinsi.

“Aksesnya tidak hanya pada perbaikan jalan, tapi juga perbaikan akses dengan jembatan darurat bailey. Sebanyak 22 unit jembatan darurat dibutuhkan, seperti di Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman, Padang Pariaman, Solok, Kota Padang dan Tanah Datar,” ucap dia.

Hingga Rabu (3/12) kemarin, personel dan alat berat membersihkan material longsor di sejumlah titik. Yakni di Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Solok dan Pasaman.

Selain pembersihan material longsor, normalisasi sungai juga dilakukan di Pesisir Selatan. Misalnya pembersihan material lumpur, batu dan kayu di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam.

“Dengan bantuan perbaikan jalan nasional dan provinsi, distribusi pangan dan non-pangan diharapkan dapat berjalan efektif. BNPB dan pemerintah daerah mengidentifikasi titik-titik terisolir di Kota Padang, Padang Pariaman dan Agam,” tutur Abdul.

Lebih lanjut, Abdul menyebut pengiriman bantuan melalui udara juga terus dilakukan, khususnya ke daerah-daerah yang masih terisolir.

“Hari Rabu (3/12/), hingga pukul 18.00 WIB, bantuan pangan dan non-pangan seberat 6,5 ton didistribusikan ke wilayah Padang Pariaman, Agam, Solok, dan Pesisir Selatan,” pungkas dia.