Berikut daftar 22 Perusahaan Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang izinnya resmi dicabut pemerintah:
PT Aceh Nusa Indrapuri – 97.905 ha
PT Rimba Timur Sentosa – 6.250 ha
PT Rimba Wawasan Permai – 6.120 ha
PT Minas Pagai Lumber – 78.000 ha
PT Biomass Andalan Energi – 19.875 ha
PT Bukit Raya Mudisa – 28.617 ha
PT Dhara Silva Lestari – 15.357 ha
PT Sukses Jaya Wood – 1.584 ha
PT Salaki Summa Sejahtera – 47.605 ha
PT Anugerah Rimba Makmur – 49.629 ha
PT Barumun Raya Padang Langkat – 14.800 ha
PT Gunung Raya Utama Timber – 106.930 ha
PT Hutan Barumun Perkasa – 11.845 ha
PT Multi Sibolga Timber – 28.670 ha
PT Panei Lika Sejahtera – 12.264 ha
PT Putra Lika Perkasa – 10.000 ha
PT Sinar Belantara Indah – 5.197 ha
PT Sumatera Riang Lestari – 173.971 ha
PT Sumatera Sylva Lestari – 42.530 ha
PT Tanaman Industri Lestari Simalungun – 2.786 ha
PT Teluk Nauli – 83.143 ha
PT Toba Pulp Lestari Tbk – 167.912 ha
Selain PBPH, pemerintah juga mencabut izin enam badan usaha non-kehutanan, yakni:
PT Ika Bina Agro Wisesa – IUP Perkebunan
CV Rimba Jaya – PBPHHK
PT Agincourt Resources – IUP Pertambangan
PT North Sumatra Hydro Energy – IUP PLTA
PT Perkebunan Pelalu Raya – IUP Perkebunan
PT Inang Sari – IUP Perkebunan
Pemerintah memastikan bahwa pencabutan izin ini bukanlah akhir dari proses penertiban. Selanjutnya, negara akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap pemulihan kawasan, potensi sanksi tambahan, serta langkah rehabilitasi lingkungan di wilayah terdampak.
Kebijakan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam perbaikan tata kelola sumber daya alam nasional serta pengurangan risiko bencana di masa depan.

Tinggalkan Balasan