Ahli nutrisi umumnya sepakat bahwa ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi, lengkap dengan omega-3, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Namun, pada kondisi ketika ikan hidup di perairan yang tercemar, potensi resiko kontaminasi meningkat dan perlu diperhatikan. Menurut studi ilmiah, meskipun sebagian besar produk perikanan memenuhi standar keamanan, beberapa spesies atau kelompok perairan mengalami tingkat kontaminan yang melebihi batas aman jika tercemar.

Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas air dan pengujian residu kontaminan di produk ikan sebelum diproses menjadi bahan pangan olahan. Proses memasak dan pembersihan saja tidak menjamin zat-zat berbahaya terlepas dari jaringan ikan.

Senada dengan Kemenkes, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup liar di sungai tercemar tidak layak dikonsumsi tanpa pengujian laboratorium keamanan pangan yang ketat. Dinas ini menyatakan bahwa ikan yang berasal dari lingkungan yang sangat tercemar berisiko mengandung logam berat berbahaya dan bakteri patogen seperti E. coli, yang berbahaya jika masuk ke tubuh manusia.

Menurut Dinas KPKP, ikan sapu-sapu baru bisa dinyatakan aman dikonsumsi hanya jika berasal dari budidaya yang terkontrol dan telah melalui uji laboratorium, bukan hasil tangkapan liar di sungai.

Apa yang Perlu Diperhatikan Konsumen?

  1. Asal Ikan – Pastikan ikan diperoleh dari lingkungan perairan yang bersih atau dari budidaya yang teruji.

  2. Uji Laboratorium – Produk ikan olahan sebaiknya memiliki sertifikat uji keamanan pangan dari lembaga yang berwenang.

  3. Warna dan Aroma – Ikan dari perairan bersih biasanya memiliki daging berwarna cerah dan aroma segar. Sedangkan ikan dari lingkungan tercemar dapat memiliki warna gelap atau aroma kuat yang tidak biasa.

  4. Harga yang Tidak Wajar – Siomay berbahan ikan sapu-sapu sering dijual sangat murah. Harga yang jauh di bawah pasaran bisa menjadi indikator kualitas bahan baku yang perlu dipertanyakan.