Rakernas PSI sendiri digelar selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Januari 2026, di Makassar, Sulawesi Selatan. Forum ini menjadi agenda strategis bagi PSI untuk menetapkan arah kebijakan dan program kerja partai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang hingga 2029.
PSI secara terbuka menargetkan diri untuk lolos ke parlemen pada Pemilu 2029 dan menjadi salah satu kekuatan politik utama nasional. Target tersebut menjadi refleksi dari evaluasi internal partai atas kegagalan menembus ambang batas parlemen dalam dua pemilu sebelumnya.
Ahmad Ali mengatakan salah satu fokus utama Rakernas tahun ini adalah pembangunan dan penguatan struktur partai di seluruh tingkatan. Menurutnya, PSI tidak ingin kembali terjebak pada citra sebagai partai kelompok tertentu.
“Rakernas ini juga menjadi forum penegasan komitmen PSI untuk menjadi partai yang terbuka dan inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sikap tersebut diambil setelah PSI melakukan refleksi atas hasil Pemilu sebelumnya, di mana partai kerap dipersepsikan sebagai partai minoritas. Ke depan, PSI ingin menempatkan diri di tengah dan merangkul semua golongan.
“Kami meneguhkan bahwa PSI harus berada di tengah dan merangkul semua golongan. Partai ini harus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ahmad Ali.
Dengan dukungan moral dan politik dari Jokowi, PSI berharap dapat memperluas basis dukungan dan memperkuat konsolidasi internal. Rakernas ini pun menjadi momentum penting bagi PSI untuk menegaskan kembali identitas dan arah perjuangannya menuju Pemilu 2029.

Tinggalkan Balasan