Makanan lain yang juga perlu diwaspadai saat dikonsumsi bersama nasi adalah daging merah, seperti daging sapi atau kambing. Daging merah memang mengandung protein dan zat besi yang dibutuhkan tubuh, namun konsumsi berlebihan, terutama jika dipadukan dengan nasi putih dalam porsi besar, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Nasi putih dikenal memiliki indeks glikemik yang relatif tinggi, sehingga dapat memengaruhi kadar gula darah. Jika dikombinasikan dengan daging merah yang tinggi lemak jenuh, risiko gangguan metabolisme seperti diabetes dapat meningkat. Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi daging merah dan daging olahan dengan risiko penyakit tertentu.

Salah satu studi yang kerap dirujuk, seperti dikutip dari We Be Fit, dilakukan di Inggris dengan melibatkan lebih dari 32 ribu perempuan selama 17 tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa partisipan yang sering mengonsumsi daging merah dan daging olahan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus dibandingkan mereka yang lebih banyak mengonsumsi daging ayam atau makanan laut. Temuan ini memperkuat anjuran agar konsumsi daging merah dibatasi dan tidak dikombinasikan secara berlebihan dengan sumber karbohidrat sederhana seperti nasi putih.

Para ahli gizi menyarankan agar masyarakat mulai lebih bijak dalam memilih lauk pendamping nasi. Mengurangi porsi nasi, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat olahan, serta memperbanyak asupan sayuran berserat tinggi dapat membantu menyeimbangkan pola makan. Dengan begitu, kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan kesehatan dalam jangka panjang.