Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI, Ronald Aristone Sinaga, menegaskan bahwa partainya tetap konsisten mendukung duet Prabowo-Gibran hingga dua periode pemerintahan.
Ia menghormati sikap partai politik lain yang mungkin mengusulkan nama berbeda, namun menekankan bahwa di internal PSI tidak ada perubahan sikap.
“PSI tetap dukung Prabowo-Gibran, tidak ada Gibran dan yang lain di periode kedua, yang ada Prabowo-Gibran dua periode,” ucap Ronald.
Di sisi lain, Eddy Soeparno dari PAN menjelaskan alasan mengusulkan Zulkifli Hasan sebagai calon pendamping Prabowo. Menurutnya, dengan mengusung Ketua Umum PAN, maka mesin politik partai akan bekerja lebih keras, sehingga elektoral partai juga akan lebih hidup.
“Jadi, kalau ditanya hari ini, saya dukung Bang Zulhas,” ujar Eddy pada 5 Februari 2026.
Pernyataan ini mencerminkan strategi politik PAN untuk meningkatkan daya juang kader sekaligus memperkuat posisi partai dalam kontestasi politik mendatang.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menilai dukungan sejumlah partai terhadap Prabowo untuk melanjutkan periode kedua pemerintahan sebagai bentuk doa. Ia menegaskan bahwa Gerindra hingga kini belum membahas siapa yang akan menjadi wakil Prabowo di Pilpres 2029.
“Presiden juga sampaikan lihat 2029 setelah melihat keberhasilan di periode ini,” ujar Dasco pada Jumat, 6 Februari 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa Gerindra masih menunggu perkembangan kinerja pemerintahan sebelum menentukan arah politik ke depan.
Wacana duet Prabowo-Zulhas ini menambah dinamika politik di koalisi pemerintahan. Di satu sisi, PAN berusaha mengusulkan figur internal untuk memperkuat posisi politiknya. Di sisi lain, PSI menekankan pentingnya fokus pada kerja nyata pemerintahan. Perbedaan sikap ini mencerminkan beragam strategi politik partai koalisi dalam mempersiapkan masa depan, meski Pilpres 2029 masih jauh di depan.
Bagi masyarakat, wacana politik yang terlalu dini seringkali menimbulkan kejenuhan. Publik lebih menginginkan realisasi janji kampanye, seperti peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, dan penguatan ekonomi.
Oleh karena itu, sikap PSI yang mengingatkan agar partai koalisi lebih fokus bekerja dapat dianggap sebagai suara yang mewakili aspirasi rakyat yang ingin melihat hasil nyata dari pemerintahan.

Tinggalkan Balasan