Tanah Laut, ERANASIONAL.COM – Komisi IX DPR RI bersam mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menggelar kegiatan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas penerima manfaat.

Sosialisasi ni bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai manfaat dan mekanisme pelaksanaan Program MBG

Pemerintah menggelar sosialisasi program MBG kali ini di GSG Muara Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (25/2).

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana, bersama perwakilan Badan Gizi Nasional dan Dinas Kesehatan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Mariana menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang memiliki tujuan besar dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

“Bapak Ibu sekalian, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak kita. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi juga memiliki dampak yang luas, baik bagi kesehatan, pendidikan, maupun perekonomian masyarakat,” ujar Mariana.

Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik akan memberikan dampak signifikan terhadap proses belajar anak di sekolah.
Anak-anak yang mendapatkan asupan makanan bergizi cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik serta kehadiran yang lebih stabil.

“Dari sisi pendidikan, berbagai pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima makan bergizi di sekolah memiliki tingkat konsentrasi belajar yang lebih baik. Kehadiran mereka di sekolah pun meningkat karena kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” lanjutnya.

Selain berdampak pada anak-anak, program ini juga dinilai mampu membantu meringankan beban keluarga.

Dengan adanya penyediaan makanan bergizi di sekolah, orang tua dapat mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan penting lainnya

Tak hanya itu, Mariana juga menyoroti potensi pergerakan ekonomi lokal melalui pelibatan masyarakat dalam operasional dapur penyedia makanan atau SPPG.

Mulai dari tenaga masak, pengemasan, distribusi, hingga pemasok bahan pangan, seluruhnya berpotensi melibatkan pelaku usaha dan tenaga kerja setempat.

“Program ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Artinya, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal memiliki peluang untuk terlibat dan merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa sebagai program yang masih relatif baru, pelaksanaan MBG tentu membutuhkan proses penyesuaian.

Namun dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, program ini diyakini akan berjalan semakin optimal.

Sebagai penutup, Mariana mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan demi menjaga kualitas pelaksanaan program.
“Saya berharap kegiatan sosialisasi hari ini dapat memberikan pemahaman yang utuh dan menumbuhkan optimisme kita bersama. Semoga Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,” pungkasnya.[]