Koalisi yang terdiri dari puluhan organisasi masyarakat sipil juga menilai bahwa langkah peningkatan kesiapsiagaan militer tanpa penjelasan yang memadai kepada publik dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas dianggap penting agar kebijakan keamanan negara tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Beberapa organisasi yang tergabung dalam koalisi tersebut antara lain Imparsial, YLBHI, KontraS, serta SETARA Institute. Organisasi-organisasi ini selama ini dikenal aktif memantau isu reformasi sektor keamanan dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.
Koalisi tersebut juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap instruksi yang telah dikeluarkan oleh Panglima TNI. Mereka meminta agar presiden dan DPR mengambil langkah tegas untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan militer tetap berada dalam koridor konstitusi.
Selain itu, mereka juga meminta agar surat telegram tersebut dicabut apabila terbukti tidak sesuai dengan mekanisme pengambilan keputusan yang diatur dalam sistem ketatanegaraan.
Koalisi juga mengingatkan bahwa jika pemerintah tidak melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut, maka hal itu dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Mereka khawatir kebijakan tersebut dapat dimaknai sebagai upaya untuk menciptakan rasa takut atau tekanan politik di tengah situasi yang sebenarnya masih terkendali.
Dalam pernyataannya, koalisi menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara, termasuk militer. Menurut mereka, militer harus tetap menjalankan tugas utamanya sebagai alat pertahanan negara yang profesional dan berada di bawah kendali pemerintahan sipil.
Oleh karena itu, mereka kembali menyerukan kepada presiden serta DPR untuk segera mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan bahwa seluruh kebijakan terkait keamanan nasional tetap berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi.
Koalisi berharap langkah evaluasi tersebut dapat memperkuat sistem kontrol sipil terhadap militer sekaligus memastikan bahwa reformasi sektor keamanan yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun tetap terjaga. Dengan demikian, stabilitas nasional dapat dipertahankan tanpa mengorbankan prinsip-prinsip demokrasi yang menjadi fondasi kehidupan bernegara di Indonesia.

Tinggalkan Balasan