
Kata Prabowo, adapun para peserta yang akan hadir yaitu ulama sufi, mufti, rektor universitas. Akan hadir juga Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dari Mesir dan Palestina, syekh dari Al Azhat, dan para ulama dari dalam negeri, ormas Islam dan pimpinan pondok pesantren.
Presiden Jokowi sendiri, akan membuka Muktamar Sufi Internasional 2023 ini. “Bapak Presiden berkenan akan membuka Muktamar Sufi Internasional ini pada tanggal 29 Agustus mendatang,” jelas Prabowo.
Tema Muktamar Sufi Internasional
Lanjut Prabowo Subianto, Muktamar Sufi Internasional 2023 mengangkat tema ‘Karya Sufi Kontemporer dalam Dunia yang Dinamis’, dan akan membahas empat bidang, yaitu pendidikan sufi dan pengaruhnya terhadap penyucian jiwa. Tema kedua, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Sementara tema ketiga dan keempat yaitu industri media dan opini publik, dan pentingnya tasawuf dalam membangun manusia dan mengembangkan peradaban.
Prabowo menambahkan, berdasar pengarahan Presiden Jokowi, Kemenhan bersama panitia akan melaksanakan koordinasi dan kerja sama dengan kementerian-kementerian lainnya demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan Muktamar Sufi Internasional ini.
“Kementerian Luar Negeri (Kemenglu) terutama, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan lainnya, untuk lancarnya penyelenggaraan muktamar internasional ini,” imbuh Prabowo Subianto.
Untuk diketahui, sebenarnya pelaksanaan Muktamar Sufi Internasional 2023 ini digelar pada 23-25 Juli 2023. Namun karena beberapa pertimbangan diundur.
Muktamar Sufi Internasional 2023 ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Pertama digelar pada 2019. Salah satu hasilnya menetapkan Habib Luthfi bin Yahya sebagai Ketua Forum Sufi Dunia, atau yang kini berubah nama menjadi Majelis Sufi Dunia atau World Sufi Assembly. (em-aha)

Tinggalkan Balasan