Dalam pengumumannya, Blavatnik School of Government turut menyoroti rekam jejak Sri Mulyani. Ia tercatat sebagai Menteri Keuangan Indonesia pertama yang menjabat tiga periode berturut-turut dan pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Dunia tahun 2018.

Saat menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan COO Bank Dunia, Sri Mulyani bertanggung jawab atas operasi lembaga tersebut di berbagai negara, termasuk kerja sama dengan negara-negara anggota untuk mengatasi tantangan pembangunan global, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan bersama.

Dekan Blavatnik School of Government, Ngaire Woods, menyatakan antusiasmenya atas bergabungnya Sri Mulyani dalam program World Leaders Fellowship.

“Kami sangat senang Sri Mulyani bergabung dengan Blavatnik School of Government untuk berbagi pengalamannya yang kaya dalam pembuatan kebijakan ekonomi global,” ujar Woods.

“Saya senang para peserta akan mendapat kesempatan untuk belajar langsung darinya,” imbuhnya.

Dengan peran barunya di Gates Foundation dan Universitas Oxford, Sri Mulyani menunjukkan bahwa kiprahnya tidak berhenti meski telah pensiun dari jabatan menteri. Sebaliknya, ia justru memperluas pengaruhnya di level global, berkontribusi pada isu-isu besar seperti pembangunan berkelanjutan, kebijakan ekonomi inklusif, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dunia.