Sementara itu, angkutan laut yang dioperasikan PT PELNI juga mendapat stimulus berupa diskon tarif 30 persen dari tarif dasar. Program ini berlaku pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026 dengan target 445.000 penumpang. Kebijakan ini sangat penting mengingat banyak masyarakat di wilayah kepulauan yang mengandalkan kapal laut sebagai sarana utama untuk mudik. Dengan adanya potongan harga, diharapkan mobilitas warga dari dan ke daerah kepulauan dapat lebih lancar.

Pemerintah juga memberikan stimulus pada angkutan penyeberangan yang dikelola ASDP. Diskon yang diberikan bahkan mencapai 100 persen untuk jasa kepelabuhanan. Program ini berlaku pada 12 hingga 31 Maret 2026 dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Kebijakan ini diyakini akan sangat membantu masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan, terutama di lintasan padat seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Tak hanya itu, pemerintah turut memberikan diskon untuk angkutan udara. Untuk penerbangan kelas ekonomi domestik, diskon tarif diberikan sebesar 17–18 persen pada periode 14 hingga 29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang memilih moda transportasi udara demi efisiensi waktu. Dengan adanya potongan harga, diharapkan lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati perjalanan mudik dengan biaya terjangkau.

Airlangga menambahkan, total anggaran Rp 911,16 miliar tersebut bersumber dari APBN maupun Non-APBN. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Tujuannya agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan biaya yang lebih terjangkau,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari program Stimulus Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang rutin digulirkan pemerintah.