Namun, dalam perombakan tersebut, beberapa jabatan strategis seperti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Menteri Pemuda dan Olahraga sempat dibiarkan kosong.
Sekitar sepekan kemudian, tepatnya 17 September 2025, Prabowo kembali melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi yang kosong. Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, sementara Erick Thohir dipercaya menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.
Dengan masuknya Erick Thohir ke kabinet, posisi Menteri BUMN kemudian diisi oleh Dony Oskaria sebagai pelaksana tugas.
Tak berselang lama, pada 8 Oktober 2025, Prabowo kembali melakukan penyesuaian kabinet. Benjamin Paulus Octavianus dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. Penunjukan ini menandai penambahan jumlah wakil menteri di dua kementerian tersebut.
Pada hari yang sama, Dony Oskaria resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, seiring perubahan status Kementerian BUMN menjadi BP BUMN sesuai revisi Undang-Undang BUMN.
Sementara pernyataan Bahlil Lahadalia menegaskan sikap para menteri yang menyerahkan sepenuhnya keputusan reshuffle kepada Presiden Prabowo Subianto. Dengan rekam jejak perombakan kabinet yang cukup intens sepanjang 2025, spekulasi reshuffle di awal 2026 dinilai wajar muncul.
Namun hingga kini, pemerintah menegaskan belum ada keputusan resmi. Publik pun diminta menunggu langkah Presiden sebagai pemegang hak prerogatif tertinggi dalam menentukan komposisi kabinet.

Tinggalkan Balasan